Senin, 30 April 2012

               
Perasaan seorang sahabat tentang kerelaannya untuk melepaskan orang yang di sayanginya, pada saat hati berkata tak sanggup untuk berpisah pada saat rasa yang ada tak seperti biasanya ketika bibir dan hati telah berkata sama, ketika semuanya tak dapat di bohongi lagi, dan pada saat bersamaan pula muncullah sebuah badai yang menjadi penghalang yang harus memisahkan perasaan mereka berdua walaupun tak seharusnya mereka berpisah hanya karena badai yang tak seharusnya muncul di antara dua hati yang telah saling memiliki. Semoga hasil dari merenung mu sobat dapat menjadi hasil yang dapat kalian terima berdua.

                Semuanya terasa biasa aku dengan hidupku kaupun dengan hidupmu, akan tetapi segala bentuk perhatianmu, tingkah lakumu, dan kepribadianmu membuat hatiku menaruh separuh harapan untukmu. Tapi apa daya, seiring tumbuhnya perasaan ini beribu cercaan datang kepadaku berjuta hinaan menghampiriku. Sungguh berat menjauhimu, apalagi melupakanmu akan tetapi mungkin ini yang terbaik untuk kita semua meskipun air mata ini menghiasi kerelaanku. Ku coba tuk tegar, tabah, rela demi sahabat dan untuk kita semua.
                Semua pengorbanan yang kalian lakukan seharusnya dapat terbayar dengan sebuah hasil yang kalian impikan bersama, akan tetapi sebuah kenyataan yang kalian dapatkan menjadi sebuah mimpi yang tak pernah kalian inginkan, mimpi yang di mana bukan kalian yang menjalaninya, mimpi yang hanya membawa kegelapan di dalam hidup salah satu dari kalian berdua dan membawa cerita yang menakutkan dan menyedihkan untuk kalian ingat kembali. Satu yang harus kalian yakini bahwa apabila langkah terhenti itu bukan berarti hidupmu sampai di sini, tersenyum dan menangis hal yang sangat mudah di lakukan untuk mencoba mengatasi sebuah masalah.

2 komentar:

  1. wih dalaaam. Ku tauji sapa pemeran utamanya ini cerita wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan ko sotta, krn ini tulisan lngsung dari dalam hatinya sahabat ku...
      tapi bisa juga benar dugaan mu...

      Hapus