Perasaan
seorang sahabat tentang kerelaannya untuk melepaskan orang yang di sayanginya,
pada saat hati berkata tak sanggup untuk berpisah pada saat rasa yang ada tak
seperti biasanya ketika bibir dan hati telah berkata
sama, ketika semuanya tak dapat di bohongi lagi, dan pada saat bersamaan pula
muncullah sebuah
badai yang menjadi penghalang yang harus
memisahkan perasaan mereka berdua walaupun tak seharusnya mereka berpisah hanya
karena badai yang tak seharusnya muncul di antara dua hati yang telah saling
memiliki. Semoga hasil
dari merenung mu sobat dapat menjadi hasil yang dapat kalian terima berdua.
“Semuanya
terasa biasa aku dengan hidupku kaupun dengan hidupmu, akan tetapi segala
bentuk perhatianmu, tingkah lakumu, dan kepribadianmu membuat hatiku menaruh
separuh harapan untukmu. Tapi apa daya, seiring tumbuhnya perasaan ini beribu
cercaan datang kepadaku berjuta hinaan menghampiriku. Sungguh berat menjauhimu,
apalagi melupakanmu akan tetapi mungkin ini yang terbaik untuk kita semua
meskipun air mata ini menghiasi kerelaanku. Ku coba tuk tegar, tabah, rela demi
sahabat dan untuk kita semua.”
Semua
pengorbanan yang kalian lakukan seharusnya dapat terbayar dengan sebuah hasil
yang kalian impikan bersama, akan tetapi sebuah kenyataan yang kalian dapatkan
menjadi sebuah mimpi yang tak pernah kalian inginkan, mimpi yang di mana bukan
kalian yang menjalaninya, mimpi yang hanya membawa kegelapan di dalam hidup
salah satu dari kalian berdua dan membawa cerita yang menakutkan dan
menyedihkan untuk kalian ingat kembali. Satu yang harus kalian yakini bahwa
apabila langkah terhenti itu bukan berarti hidupmu sampai di sini, tersenyum
dan menangis hal yang sangat mudah di lakukan untuk mencoba mengatasi sebuah
masalah.
wih dalaaam. Ku tauji sapa pemeran utamanya ini cerita wkwkwk
BalasHapusjangan ko sotta, krn ini tulisan lngsung dari dalam hatinya sahabat ku...
Hapustapi bisa juga benar dugaan mu...